Spanyol dan Argentina akhirnya bertemu di panggung paling bergengsi sepak bola dunia. Laga final Piala Dunia 2026 ini berlangsung Senin dini hari, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB. MetLife Stadium di New Jersey menjadi saksi pertarungan puncak ini.

Argentina membawa status juara bertahan usai mengangkat trofi pada 2022. Spanyol datang sebagai juara Eropa 2024 yang mengincar gelar dunia kedua. Terakhir kali La Roja menjuarai Piala Dunia terjadi pada 2010.

Rekor Pertemuan Sepanjang Sejarah

Spanyol dan Argentina sudah 14 kali berhadapan sejak 1952. Keduanya sama-sama mengoleksi enam kemenangan. Dua pertandingan sisanya berakhir imbang.

Kedua tim baru sekali bertemu di ajang Piala Dunia. Pertemuan itu terjadi pada fase grup edisi 1966 di Inggris. Argentina menang 2-1 lewat dwigol Luis Artime, sementara Pirri membalas satu gol untuk Spanyol.

Pertemuan terakhir kedua negara justru berat sebelah. Spanyol menghancurkan Argentina 6-1 dalam laga persahabatan pada Maret 2018. Final 2026 pun menjadi ajang pembuktian baru bagi kedua tim.

Jalan Spanyol Menuju Final

Spanyol tergabung di Grup H bersama Cape Verde, Arab Saudi, dan Uruguay. La Roja mengejutkan publik dengan hasil imbang 0-0 lawan Cape Verde di laga pembuka. Kiper Cape Verde, Vozinha, tampil gemilang menahan 27 percobaan tembakan Spanyol.

Spanyol lalu bangkit dengan kemenangan telak 4-0 atas Arab Saudi. Lamine Yamal mencetak gol pertamanya sebagai starter hanya 10 menit sejak kick-off. Gol tunggal Alex Baena kemudian memastikan Spanyol menang 1-0 atas Uruguay. Hasil ini membuat Spanyol menjadi juara Grup H dengan 7 poin.

Performa Spanyol makin tajam di babak gugur. Tim asuhan Luis de la Fuente menggilas Australia 3-0 di babak 32 besar. Gol semata wayang Mikel Merino di masa injury time lalu menyingkirkan Portugal dengan skor 1-0 di 16 besar.

Belgia sempat menyulitkan Spanyol di perempat final. Fabian Ruiz membuka keunggulan sebelum Charles De Ketelaere menyamakan kedudukan. Mikel Merino kembali tampil sebagai pahlawan lewat gol kemenangan di menit ke-88. Spanyol pun menang 2-1 dan melaju ke semifinal.

Puncaknya, Spanyol menundukkan Prancis 2-0 di semifinal. Mikel Oyarzabal membuka skor lewat eksekusi penalti, gol kelimanya di turnamen ini. Pedro Porro menggandakan keunggulan di menit ke-58 dan memastikan Spanyol melaju ke final.

Sepanjang tujuh laga, Spanyol mencetak 13 gol dan cuma kebobolan satu kali. Kiper Unai Simon bahkan memecahkan rekor clean sheet terpanjang di Piala Dunia. Ia mencatat 519 menit tanpa kebobolan, melewati rekor lama milik Walter Zenga.

Jalan Argentina Menuju Final

Argentina tergabung di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania. Tim Tango langsung tampil dominan dengan kemenangan 3-0 atas Aljazair. Lionel Messi mencetak hat-trick pada laga ini. Ia pun menyamai rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 16 gol.

Argentina lanjut menang 2-0 atas Austria, meski Messi sempat gagal mengeksekusi penalti di awal laga. Ia menebus kegagalan itu dengan mencetak dua gol penentu. Kemenangan 3-1 atas Yordania kemudian memastikan status juara Grup J bagi Argentina, dengan poin sempurna 9 dari 3 laga.

Babak gugur menghadirkan cerita berbeda bagi Argentina. Cape Verde memberi perlawanan sengit di 32 besar hingga laga berlanjut ke perpanjangan waktu. Argentina baru memastikan kemenangan 3-2 lewat gol bunuh diri lawan di menit ke-111.

Drama serupa terulang saat Argentina menghadapi Mesir di 16 besar. Argentina kembali menang dengan skor identik, 3-2. Di perempat final, Swiss juga memaksa Argentina bermain hingga extra time. Argentina akhirnya menang 3-1.

Semifinal melawan Inggris menjadi ujian terberat Argentina. Anthony Gordon membawa Inggris unggul lebih dulu lewat umpan silang Morgan Rogers. Namun, Argentina bangkit dengan dua gol menjelang laga usai. Skor akhir 2-1 pun mengunci tiket Argentina ke final.

Lionel Messi memimpin daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026. Kapten Argentina itu sudah mengoleksi delapan gol hingga semifinal. Ia berpeluang membawa Argentina juara dua kali beruntun jika menang di final nanti.

Dua Gaya, Satu Trofi

Data menunjukkan dua karakter tim yang bertolak belakang. Spanyol mengandalkan pertahanan kokoh dan permainan terorganisasi sejak fase grup. Argentina justru tampil eksplosif menyerang, namun harus berjuang lewat comeback dramatis di hampir setiap babak gugur.

Lembaga analitik sepak bola Opta dan simulator EA Sports sama-sama menjagokan Spanyol sebagai juara. Namun, rekor pertemuan yang seimbang membuktikan bahwa siapa pun sulit menebak hasil pertandingan ini. Sepak bola tetap menyimpan kejutan hingga wasit meniup peluit akhir.

Jutaan pasang mata di seluruh dunia kini menanti laga puncak ini. Trofi Piala Dunia 2026 akan segera berpindah tangan, atau tetap berada di tangan Argentina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *