Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Spanyol dan Argentina. Laga ini berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, dalam hitungan jam. Argentina melaju ke final lewat comeback dramatis 2-1 atas Inggris. Spanyol tampil dominan sepanjang turnamen dan mengalahkan Prancis 2-0 di semifinal.

Adu Taktik di Atas Lapangan

Spanyol tampil dengan formasi 4-2-3-1 di bawah arahan Luis de la Fuente. Unai Simon akan mengawal gawang. Duet bek tengah Aymeric Laporte dan Pau Cubarsi akan membantunya. Pedro Porro mengisi sisi kanan, sementara Marc Cucurella di sisi kiri. Rodri dan Fabian Ruiz membentuk poros ganda di lini tengah.

Rodri mendapat tugas khusus meredam Enzo Fernandez. Gelandang Argentina ini sudah mencetak dua gol sepanjang turnamen. Duel keduanya berpotensi menentukan tempo permainan sepanjang laga.

Mikel Oyarzabal memimpin lini depan Spanyol dengan koleksi lima gol dan satu assist. Ia akan berhadapan dengan duet bek tengah Argentina yang bermain keras, Cristian Romero dan Lisandro Martinez. Duel fisik di kotak penalti bisa jadi penentu jalannya laga.

Argentina mengandalkan mentalitas juara bertahan. Kejeniusan Messi menjadi poros utama serangan mereka. Para pemain lain bertugas membuka ruang atau menyediakan opsi umpan untuknya.

Jalan Argentina menuju final jauh dari kata mulus. Mereka butuh perpanjangan waktu untuk mengalahkan Cape Verde dan Swiss yang bermain dengan 10 pemain. Tiga gol telat membalikkan keadaan lawan Mesir. Dua gol telat lagi memastikan kemenangan atas Inggris di semifinal.

Jika menang, Argentina akan mencatat sejarah baru. Mereka jadi negara pertama sejak Brasil di era 1958-1962 yang mempertahankan gelar juara dunia.

Tudingan “VARgentina” Bayangi Langkah Argentina

Bukan cuma soal taktik, kontroversi juga mewarnai jalan Argentina menuju final. Sejumlah pihak menuding wasit terlalu lunak terhadap Argentina sepanjang turnamen. Tudingan ini bahkan melahirkan tagar viral, VARgentina, di media sosial.

Kontroversi memuncak usai laga 16 besar Argentina melawan Mesir. Wasit menganulir gol Mesir karena pelanggaran. Wasit juga menolak dua permintaan penalti mereka. Argentina akhirnya menang 3-2 lewat comeback di 14 menit terakhir. Federasi sepak bola Mesir kemudian mengajukan komplain resmi ke FIFA.

Riset independen turut menambah bahan perdebatan. Peneliti dari kelompok NetSI Sport Universitas Northeastern mencatat rasio keputusan VAR yang menguntungkan tiap negara. Argentina dan Meksiko tercatat sebagai dua negara dengan rasio keputusan VAR paling menguntungkan. Peneliti menegaskan data ini menunjukkan pelanggaran yang terlewat wasit, bukan bukti keberpihakan.

Petisi online turut menambah panasnya isu ini. Lebih dari enam juta orang menandatangani petisi yang menuntut FIFA mendiskualifikasi Argentina dari turnamen. Petisi itu menuding FIFA dan wasit secara aktif menguntungkan Argentina dan Messi.

Bantahan FIFA dan Respons Messi

FIFA membantah keras seluruh tudingan itu. Pierluigi Collina, kepala wasit FIFA, menegaskan tidak ada pihak mana pun yang bisa memengaruhi keputusan wasit. Ia bahkan menyebut presiden FIFA sendiri pun tidak punya pengaruh atas hal itu.

Messi akhirnya angkat bicara usai kemenangan dramatis atas Inggris. Ia menampik seluruh tudingan bias wasit yang mengarah ke timnya. Federasi sepak bola Argentina turut menegaskan tudingan itu tidak berdasar dan mustahil terjadi di era VAR.

Suara Masa mencatat, hingga kini belum ada bukti konkret yang membenarkan tudingan favoritisme tersebut. Perdebatan ini kemungkinan akan terus berlanjut, terlepas dari hasil final nanti.

Momen Viral Jelang Laga Puncak

Selain kontroversi wasit, sejumlah momen hangat turut mewarnai jelang final. Foto lawas Messi menggendong Yamal saat masih bayi kembali viral di media sosial. Seorang fotografer mengambil foto itu saat sesi amal UNICEF tahun 2007 di Camp Nou.

Unggahan Instagram Messi usai semifinal juga menarik perhatian publik. Ia memakai kalimat yang sama persis dengan unggahannya usai mengalahkan Kroasia di semifinal 2022. Turnamen itu berakhir dengan gelar juara untuk Argentina. Banyak penggemar menganggap kemiripan ini sebagai pertanda baik.

Kedua momen ini menambah warna jelang laga final yang sudah panas oleh berbagai isu. Publik dunia kini tinggal menghitung jam menuju kick-off yang mereka nantikan sejak lama.


Penulis: bysuaramasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *