Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh pada Jumat, 10 Juli 2026. Kementerian Pekerjaan Umum menyebut bendungan ini mampu meredam risiko banjir hingga periode ulang 50 tahunan. Infrastruktur ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan air masyarakat Pidie.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyebut pembangunan bendungan sebagai investasi jangka panjang. Ia menegaskan bendungan harus memberi manfaat maksimal bagi masyarakat. Manfaat itu mencakup irigasi, air baku, energi, hingga perlindungan kawasan hilir dari ancaman banjir.

Kapasitas dan Sumber Air Bendungan Rukoh

Bendungan Rukoh menampung air hingga 128,65 juta meter kubik. Luas genangannya mencapai sekitar 687 hektare. Sungai Krueng Rukoh menjadi sumber utama pasokan air bendungan ini, dan mendapat tambahan pasokan dari Bendung Pengarah Krueng Inong.

Solusi untuk Pidie yang Kerap Dilanda Banjir

Bencana hidrometeorologi kerap melanda Kabupaten Pidie dalam beberapa tahun terakhir. Curah hujan tinggi memicu luapan sungai dan genangan di permukiman warga. Lahan pertanian pun kerap terendam akibat banjir musiman.

Bendungan Rukoh hadir sebagai solusi atas persoalan itu. Bendungan ini memiliki fungsi reduksi banjir seluas 51 hektare. Sistem ini mengatur debit aliran Sungai Krueng Rukoh. Limpasan air ke kawasan hilir pun lebih terkendali saat curah hujan tinggi.

Perubahan iklim membuat cuaca ekstrem makin sering terjadi. Kondisi ini membuat fungsi pengendalian banjir semakin penting bagi warga Pidie. Bendungan Rukoh berpotensi melindungi permukiman dan lahan pertanian dari ancaman itu.

Menopang Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Premium

Selain mengendalikan banjir, Bendungan Rukoh juga menopang ketahanan pangan Aceh. Bendungan ini mengairi Daerah Irigasi Baro Raya seluas 12.194 hektare. Wilayah irigasi ini mencakup Kecamatan Keumala dan Kecamatan Sakti di Kabupaten Pidie.

Menteri Dody menyebut skema ini sebagai irigasi premium. Ia menjelaskan bahwa irigasi premium menjamin ketersediaan air lewat bendungan sepanjang tahun. Petani pun berpeluang menanam padi hingga tiga kali dalam setahun berkat jaminan pasokan air itu.

Progres Pembangunan dan Penyediaan Air Baku

Wakil Menteri PU, Diana, turut mengonfirmasi progres pembangunan bendungan ini. Ia menyatakan Bendungan Rukoh sudah memasuki tahap impounding, yakni proses penampungan air awal. Bendungan ini juga menyediakan air baku berkapasitas 900 liter per detik bagi masyarakat sekitar.

Potensi Energi Terbarukan

Bendungan Rukoh menyimpan potensi energi terbarukan yang besar. Fasilitas ini dapat menampung Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 137 megawatt. Selain itu, bendungan ini juga berpotensi mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro sebesar 1,22 megawatt.

Potensi energi ini menjadikan Bendungan Rukoh sebagai infrastruktur multifungsi. Bendungan ini tidak melulu soal irigasi dan pengendalian banjir. Ia turut mendukung transisi energi bersih di wilayah Aceh.

Bagian dari Program Ketahanan Air Nasional

Bendungan Rukoh bukan proyek tunggal dalam program ketahanan air nasional. Bendungan Keureuto di Aceh Utara turut menjadi bagian dari program besar ini. Kedua bendungan ini sama-sama memperkuat ketahanan pangan Aceh secara menyeluruh.

Pemerintah membangun lima bendungan strategis sepanjang periode 2015 hingga 2025. Total investasi kelima bendungan itu mencapai Rp9,79 triliun. Presiden Prabowo menegaskan bahwa investasi ini akan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Kelima bendungan itu mampu menyediakan air baku hingga 3,6 meter kubik per detik. Bendungan-bendungan ini juga mengendalikan potensi banjir di kawasan seluas 932 hektare. Jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer akan mengaliri sekitar 39.540 hektare lahan pertanian Aceh.

Program pembangunan bendungan ini sejalan dengan agenda ketahanan pangan nasional. Presiden Prabowo menyebut proyek ini sebagai bagian dari Asta Cita pemerintahannya. Ketahanan pangan, ketahanan air, dan energi bersih menjadi tiga pilar utama program ini.

Bendungan Rukoh membuktikan bahwa infrastruktur bisa menjawab banyak persoalan sekaligus. Satu bendungan mampu mengurangi risiko bencana, menopang pertanian, dan menyediakan energi bersih. Warga Pidie kini memiliki bekal lebih kuat menghadapi ancaman perubahan iklim di masa depan.


Penulis: bysuaramasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *