Hingga kini, kontroversi aktris buatan kecerdasan buatan bernama Tilly Norwood masih terus bergulir. Aktris dan komedian asal Belanda, Eline Van der Velden, menciptakan karakter ini lewat perusahaannya, Xicoia. Perusahaan tersebut mengklaim diri sebagai studio talenta berbasis AI pertama di dunia.

Kontroversi ini bermula sejak September 2025. Van der Velden mengumumkan sejumlah agensi talenta tertarik menandatangani kontrak dengan Tilly Norwood. Pengumuman itu langsung memicu gelombang kemarahan besar dari kalangan aktor Hollywood.

Aktris peraih nominasi Oscar, Emily Blunt, memberikan reaksi keras saat pertama kali melihat gambar Tilly Norwood. Ia menyebut kecanggihan teknologi itu sungguh menakutkan. Bahkan, Blunt meminta agensi talenta berhenti menciptakan karakter semacam ini.

Serikat Aktor Turun Tangan

Aktris Natasha Lyonne juga melontarkan kritik tajam lewat media sosial. Ia menegaskan seluruh serikat aktor harus memboikot agensi mana pun yang menerima Tilly Norwood. Selain itu, sejumlah nama besar lain turut angkat suara, termasuk Whoopi Goldberg, Sophie Turner, dan Toni Collette.

Serikat Aktor Amerika Serikat, atau SAG-AFTRA, turut mengeluarkan pernyataan resmi. Serikat ini menegaskan Tilly Norwood bukanlah aktor sungguhan. Menurut mereka, karakter tersebut hanyalah program komputer yang mempelajari karya ribuan aktor profesional tanpa izin maupun kompensasi.

Lebih lanjut, SAG-AFTRA juga menyoroti sisi kemanusiaan dalam seni peran. Mereka menegaskan karakter buatan AI tidak memiliki pengalaman hidup maupun emosi sungguhan. SAG-AFTRA menilai penonton tidak tertarik menyaksikan konten buatan komputer yang terlepas dari pengalaman manusia.

Ambisi Jadi “Scarlett Johansson Berikutnya”

Van der Velden justru berambisi besar terhadap kreasinya ini. Ia ingin Tilly Norwood menjadi sosok setara Scarlett Johansson di masa depan. Akibatnya, ambisi ini semakin memicu kekhawatiran industri perfilman terhadap masa depan profesi akting.

Terlepas dari kontroversi yang terus bergulir, perkembangan terbaru justru mengejutkan publik. Kabar menyebut Tilly Norwood akan benar-benar tampil dalam film berjudul “Misaligned”. Selain itu, Van der Velden turut mengumumkan proyek serial dokumenter berbasis kecerdasan buatan untuk saluran History Channel.

Kasus Tilly Norwood menambah daftar panjang kekhawatiran dunia kerja kreatif terhadap AI. Isu serupa sempat menjadi pemicu utama aksi mogok panjang SAG-AFTRA pada 2023 silam. Kala itu, para aktor menuntut perlindungan khusus atas penggunaan wajah dan performa mereka oleh teknologi kecerdasan buatan.

Perdebatan ini menegaskan bahwa kecerdasan buatan bukan lagi sekadar alat bantu produksi semata. Teknologi ini kini mulai menyentuh inti profesi yang selama ini orang anggap murni membutuhkan sentuhan manusia. Publik dunia perfilman pun masih menanti kelanjutannya. Apakah industri akan benar-benar menerima Tilly Norwood, atau para pelaku seni peran sungguhan justru semakin keras menolaknya?


Penulis: bysuaramasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *