Hari ini, jari kita begitu mudah menyakiti orang yang bahkan tidak pernah kita temui. Karena itu, wajar jika kita bertanya: bagaimana seandainya akhlak Nabi Muhammad ﷺ hadir di media sosial?
Ketika Jari Lebih Tajam dari Pisau
Ponsel di tangan kita ibarat sebilah pisau tajam yang mampu melukai dari jarak jauh. Memang, kulit tidak berdarah, tetapi hati seseorang bisa hancur.
Satu komentar bisa menjadi luka. Satu unggahan bisa menjadi petaka. Bahkan, satu kali share bisa menyebarkan kabar yang tidak benar.
Lima Akhlak Nabi untuk Bermedia Sosial
Pertama, tabayyun sebelum membagikan berita. Artinya, kita perlu memeriksa kebenarannya terlebih dahulu. Allah SWT juga memerintahkan hal ini dalam QS. Al-Hujurat ayat 6. Sebab, tidak semua yang kita lihat layak kita sebarkan.
Kedua, tahan emosi sebelum membalas komentar. Lagi pula, tidak semua komentar perlu kita baca, apalagi kita jawab.
Ketiga, jaga aib orang lain sebelum membicarakan kesalahannya. Sebab, kesalahan seseorang bukan bahan tontonan.
Keempat, luruskan niat sebelum mengejar like. Pada akhirnya, nilai diri kita tidak bergantung pada jumlah orang yang menyukai unggahan kita.
Kelima, tetap jaga adab ketika berbeda pendapat. Dengan kata lain, perbedaan tidak harus berujung permusuhan.
Selain itu, ingatlah satu hal sebelum mengetik: di balik setiap akun ada manusia. Di sana juga ada hati yang perlu kita jaga.
Pesan Nabi: Berkata Baik atau Diam
Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ»
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47)
Hadis ini merangkum akhlak Nabi dalam berbicara. Jika kata-kata kita tidak membawa kebaikan, maka diam jauh lebih mulia.
Membawa Akhlak Nabi ke Setiap Ketikan
Oleh karena itu, mulai hari ini, berhentilah sejenak sebelum menekan tombol “kirim”. Lalu, tanyakan kepada diri sendiri:
- Benarkah ini?
- Perlukah ini?
- Baikkah cara saya menyampaikannya?
Akhirnya, mari belajar membawa akhlak Nabi ke dalam setiap ketikan, komentar, unggahan, dan setiap hal yang kita bagikan di media sosial.

Penulis: Tgk. Muhammad Khaidir, Lc., M.Dipl.