Kontroversi kepemimpinan FIFA kembali memanas. Presiden Federasi Sepak Bola Yordania, Pangeran Ali bin Al Hussein, menuding Presiden FIFA Gianni Infantino melakukan pemerasan. Tudingan ini ia sampaikan lewat unggahan panjang di media sosial X pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Pangeran Ali merupakan mantan Wakil Presiden FIFA. Ia bahkan pernah maju sebagai kandidat presiden FIFA melawan Infantino pada 2016, meski akhirnya finis di posisi ketiga. Kini, sosok berpengalaman ini kembali menyoroti tata kelola organisasi sepak bola dunia tersebut.

Hadiah Uang Tertunda Delapan Bulan

Pangeran Ali mengungkapkan bahwa federasinya belum menerima hak uang hadiah dari FIFA. Padahal, Yordania berhasil menembus partai final FIFA Arab Cup di Qatar pada Desember 2025 lalu. Nilai hadiah yang tertahan mencapai 4,2 juta dolar AS.

“Uang yang seharusnya diterima tim kami karena berhasil mencapai final belum juga dibayarkan,” tulis Pangeran Ali. Ia menambahkan bahwa FIFA di saat yang sama justru membanggakan besarnya cadangan dana miliaran yang mereka miliki.

Selain persoalan hadiah uang, Pangeran Ali turut mengeluhkan sejumlah hambatan lain. Sebagian suporter Yordania kesulitan memperoleh visa meski telah membeli tiket Piala Dunia 2026. Pemerintah Amerika Serikat juga mengenakan beban pajak kepada federasinya, berbeda dengan tim yang berbasis di Kanada atau Meksiko selama turnamen.

Dukungan Politik Jadi Syarat Bantuan?

Menurut Pangeran Ali, ia sempat menerima komunikasi lisan selama gelaran Piala Dunia 2026 berlangsung. Pihak FIFA mengisyaratkan sesuatu penting. Berbagai hambatan yang Yordania alami akan terselesaikan, asalkan federasinya bersedia memberikan dukungan politik untuk pencalonan ulang Infantino.

“Kami di Yordania bangga menjunjung tinggi nilai-nilai etika,” tegas Pangeran Ali. “Kami tidak mendukungnya sebelumnya, dan tentu saja tidak akan mendukungnya sekarang. Situasi ini pada dasarnya merupakan pemerasan, dan kami menolak untuk tunduk.”

Tudingan ini muncul di tengah tekanan yang terus membesar terhadap kepemimpinan Infantino. Kabar menyebut sejumlah federasi Eropa, termasuk Inggris, Wales, Finlandia, Serbia, dan Yunani, siap menentang pencalonan ulang Infantino pada Kongres FIFA mendatang.

PSSI Justru Tegaskan Dukungan untuk Infantino

Di tengah derasnya kritik dari berbagai federasi dunia, PSSI justru mengambil sikap berbeda. Federasi sepak bola Indonesia ini menyatakan dukungan penuh agar Infantino tetap menjabat sebagai presiden FIFA. Sikap ini kontras dengan gelombang penolakan yang sedang melanda tubuh FIFA belakangan ini.

Hingga kini, FIFA belum memberikan klarifikasi resmi atas tudingan pemerasan yang Pangeran Ali sampaikan. Namun, dua hari setelah tudingan tersebut mencuat, FIFA akhirnya mencairkan hadiah uang yang tertunggak kepada Yordania.

Pangeran Ali menyambut pencairan dana itu dengan nada tetap kritis. “Ini adalah dana yang seharusnya sudah kami terima delapan bulan yang lalu,” ujarnya. Ia pun menegaskan sikapnya tidak berubah soal pemilihan presiden FIFA mendatang. Federasinya tetap menolak memberikan dukungan kepada Infantino, berapa pun tekanan yang mereka hadapi.


Penulis: bysuaramasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *