Anak berbuat salah adalah hal yang wajar, sebab mereka sedang belajar. Namun, menjadi tidak wajar ketika orang tua membalas setiap kesalahan anak dengan bentakan, hinaan, atau mempermalukannya di depan umum.
Oleh karena itu, mari kita lihat bagaimana Rasulullah ﷺ mendidik.
Teladan Rasulullah ﷺ Saat Umar bin Abi Salamah Berbuat Salah
Suatu ketika, ‘Umar bin Abi Salamah رضي الله عنهما yang masih kecil makan bersama beliau, dan tangannya mengambil makanan ke sana kemari. Namun, Rasulullah ﷺ tidak membentak.
Beliau bersabda:
يَا غُلَامُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
“Nak, bacalah basmallah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari makanan yang berada di dekatmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Perhatikan, Nabi ﷺ tidak hanya berkata, “Jangan begitu!” Namun, beliau langsung mengajarkan bagaimana yang benar. Oleh sebab itu, inilah yang seharusnya kita pelajari sebagai orang tua.
Menegur Perbuatan, Bukan Menghina Pribadi Anak
Karena itu, ketika anak berbuat salah, jangan buru-buru memberi label seperti ini:
“Dasar anak nakal.”
“Anak bodoh.”
“Memang keras kepala, tidak mau dengar.”
Padahal, yang salah adalah perbuatannya, bukan harga dirinya sebagai seorang anak. Maka, tegurlah kesalahannya, tetapi jangan hancurkan hatinya.
Ajarkan Alasan di Balik Larangan, Bukan Sekadar Rasa Takut
Selain itu, jangan hanya membuat anak takut ketika ia berbuat salah. Jangan pula sekadar melarang, tetapi ajarkan juga ia agar mengerti mengapa itu salah dan bagaimana cara memperbaikinya.
Sebab, mendidik bukan sekadar membuat anak patuh. Sebaliknya, mendidik adalah membentuk hati dan akhlak yang tangguh.
Tegas dalam Mendidik, Lembut dalam Menegur
Terkadang, satu nasihat yang kita sampaikan dengan kasih sayang justru jauh lebih membekas daripada seribu bentakan. Dengan demikian, begitulah cara menegur anak ala Rasulullah ﷺ: tegas dalam mendidik, lembut dalam menegur.

Opini — Penulis: Tgk. Muhammad Khaidir, Lc., M.Dipl.