ACEH UTARA – Hampir setahun setelah banjir 2025, petani di Dusun Cot Capli, Desa Singgah Mata, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, masih belum bisa turun ke sawah. Saluran irigasi rusak, sementara semak dan tumbuhan liar kini menutupi lahan mereka. Warga berharap pemerintah dapat membantu memulihkan lahan pertanian tersebut.

Selama belum bisa menanam padi, keluarga petani di dusun ini kehilangan sumber penghasilan utama mereka.

Sawah Berubah Jadi Semak

Foto sawah sebelum dan sesudah banjir menunjukkan perbedaan yang mencolok. Sebelum banjir, lahan masih terbuka dan petani rutin menanaminya. Kini, semak dan tumbuhan liar menutupi sebagian besar lahan dan terus bertambah lebat.

Semakin lama kondisi ini berlangsung, semakin sulit dan mahal biaya pemulihannya.

Irigasi Rusak, Air Tak Sampai ke Sawah
Masalah warga bukan hanya semak. Saluran irigasi yang rusak membuat air tidak bisa mengalir ke sawah. Membersihkan lahan saja tidak cukup. Tanpa air, petani tetap tidak bisa menanam.

Karena itu, perbaikan irigasi menjadi kebutuhan paling mendesak agar petani bisa kembali menanam seperti sebelum banjir.

Warga Berharap Uluran Tangan Pemerintah
Tokoh masyarakat setempat, Tgk. Mukhtar, berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberi perhatian kepada para petani di Dusun Cot Capli yang hingga kini masih kesulitan menggarap sawah.

Warga memohon bantuan perbaikan saluran irigasi serta pembersihan lahan sawah. Mereka juga berharap pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, serta instansi yang membidangi pertanian dan pengairan dapat bersama-sama mencari jalan keluar yang tepat dan berkelanjutan.

Warga berharap pemerintah dapat menindaklanjuti pendataan yang sudah berjalan dengan perbaikan di lapangan, sehingga para petani bisa kembali bercocok tanam.

Bukan Sekadar Lahan, tetapi Penghidupan
Bagi masyarakat Cot Capli, memulihkan sawah berarti mengembalikan penghasilan keluarga petani yang selama ini bergantung pada hasil panen.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *