Benarkah China Lantik Menteri AI? Ini Faktanya

Kabar bahwa China resmi melantik seorang menteri kecerdasan buatan atau menteri AI belakangan ramai beredar. Namun, setelah kami menelusuri klaim ini, hasilnya tidak akurat. China memang punya langkah besar di bidang AI, tetapi bentuknya bukan jabatan menteri.

China Tidak Melantik Menteri AI, tapi Meluncurkan WAICO

Pada 16 Juli 2026, Presiden Xi Jinping meluncurkan World Artificial Intelligence Cooperation Organization atau WAICO di Shanghai. Organisasi ini bukan jabatan menteri, melainkan badan kerja sama tata kelola AI antarnegara.

WAICO beranggotakan 30 negara, termasuk Indonesia, Rusia, Brasil, dan Pakistan. Kantor pusatnya berada di Shanghai. Oleh karena itu, badan ini condong mewakili suara negara-negara Global South dalam regulasi AI dunia.

Awal Mula Gagasan WAICO

Gagasan WAICO sebenarnya sudah muncul lebih dari setahun sebelum peluncurannya. Perdana Menteri China Li Qiang pertama kali mengusulkan ide ini pada Juli 2025.

Selanjutnya, Xi Jinping menegaskan kembali gagasan tersebut dalam Konferensi APEC pada Oktober 2025. Barulah pada Juli 2026, sebanyak 29 negara menandatangani perjanjian pendirian WAICO secara resmi.

Struktur kepengurusan WAICO terdiri atas dewan anggota dan sekretariat. Sekretariat sendiri berisi satu sekretaris jenderal dan dua wakil, dengan masa jabatan tiga tahun. Meski begitu, dewan anggota belum mengumumkan siapa yang akan mengisi posisi tersebut.

Lantas, Siapa yang Benar-Benar Punya Menteri AI?

Justru dua negara lain yang benar-benar mengangkat menteri AI, bukan China. Albania menjadi yang pertama di dunia melakukannya.

Pada September 2025, Perdana Menteri Albania Edi Rama melantik Diella sebagai menteri baru. Menariknya, Diella bukan manusia, melainkan sosok AI yang tim pemerintah rancang khusus untuk mengawasi tender proyek.

Rama berharap kehadiran Diella membuat proses tender bebas korupsi sepenuhnya. Akan tetapi, lembaga pembuat Diella sendiri belakangan justru menghadapi penyelidikan dugaan korupsi besar, menurut laporan OCCRP.

Sementara itu, Inggris baru mengangkat menteri AI pertamanya pada Juli 2026. Perdana Menteri Andy Burnham menunjuk Kanishka Narayan, politisi kelahiran Bihar, India, untuk mengisi kursi kabinet tersebut. Berbeda dari Diella, Narayan adalah manusia sungguhan dan menjabat sebagai menteri tingkat kabinet penuh.

Mengapa Klaim soal China Bisa Beredar

Kemungkinan besar, klaim keliru ini muncul karena tiga berita berbeda saling tertukar. WAICO milik China, menteri AI Albania, dan menteri AI Inggris sama-sama viral dalam periode yang berdekatan.

Akibatnya, sebagian warganet menggabungkan ketiganya menjadi satu narasi yang salah. Peristiwa semacam ini memang rawan terjadi ketika berita internasional bergulir cepat tanpa verifikasi ulang.

Kesimpulan: Cek Fakta Sebelum Menyebarkan

Berdasarkan penelusuran ini, klaim bahwa China melantik menteri AI terbukti tidak benar. Faktanya, China membangun WAICO sebagai badan kerja sama internasional, bukan jabatan menteri domestik.

Adapun menteri AI yang sesungguhnya berasal dari Albania dan Inggris, dengan pendekatan yang jauh berbeda satu sama lain. Karena itu, masyarakat Indonesia tetap perlu memantau status keanggotaan pendiri WAICO ke depannya.

Redaksi Suara Masa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *