Lionel Messi resmi mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Kapten Timnas Argentina ini mengoleksi total 21 gol dari 31 pertandingan sepanjang enam edisi turnamen. FIFA secara resmi mengonfirmasi pencapaian bersejarah ini sebagai tonggak baru dalam sejarah Piala Dunia.

Messi memulai perjalanannya di Piala Dunia sejak edisi 2006 pada usia 18 tahun. Sejak debut itu, ia terus menambah koleksi golnya dari edisi ke edisi. Rekor lama milik legenda Jerman, Miroslav Klose, bertahan lebih dari satu dekade sebelum akhirnya tumbang di Piala Dunia 2026.

Momen Bersejarah Pemecahan Rekor

Momen bersejarah itu terjadi saat Argentina menghadapi Austria di fase grup. Messi mencetak dua gol dalam laga tersebut meski sempat gagal mengeksekusi penalti lebih awal. Gol keduanya menjadi gol ke-17 sepanjang kariernya di Piala Dunia, sekaligus melampaui rekor Klose yang berjumlah 16 gol.

Sebelumnya, Messi sempat menyamai rekor Klose lewat hat-trick gemilang saat melawan Aljazair di laga pembuka fase grup. Pada laga itu pula, ia mencatatkan diri sebagai pencetak hat-trick tertua sepanjang sejarah Piala Dunia. Usianya saat itu mencapai 38 tahun 357 hari, melampaui rekor lama milik Cristiano Ronaldo.

Torehan gol Messi terus bertambah hingga fase gugur turnamen. Total delapan gol ia sumbangkan sepanjang Piala Dunia 2026 saja. Pencapaian ini menempatkannya di posisi terdepan dalam persaingan memperebutkan Sepatu Emas turnamen.

Rekor Assist dan Persaingan dengan Mbappe

Selain rekor gol, Messi juga memecahkan rekor assist terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Ia mencatatkan assist kesembilan sepanjang kariernya saat mengantar Argentina bangkit mengalahkan Mesir 3-2 di babak 16 besar. Catatan itu melampaui rekor lama milik legenda Argentina, Diego Maradona, yang sebelumnya mengoleksi delapan assist.

Kylian Mbappe membayangi ketat di posisi kedua daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa. Bintang asal Prancis ini mengoleksi 20 gol, hanya selisih satu gol dari catatan Messi. Pencapaian Mbappe bahkan lebih efisien, karena ia baru tampil dalam 20 pertandingan sepanjang tiga edisi Piala Dunia.

Sementara itu, Miroslav Klose kini turun ke posisi ketiga dalam daftar tersebut. Legenda Jerman itu tetap mengoleksi 16 gol dari 24 pertandingan sepanjang empat edisi turnamen. Rekornya sempat bertahan lama sebelum akhirnya Messi dan Mbappe melampauinya di edisi 2026.

Warisan Messi dan Masa Depan Persaingan

Rentetan rekor ini semakin mengukuhkan status Messi sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Ia bahkan turut membawa Argentina melaju hingga partai puncak melawan Spanyol. Meski akhirnya Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol di final, warisan rekor yang Messi torehkan tetap abadi dalam sejarah Piala Dunia.

Banyak pihak meyakini persaingan Messi dan Mbappe di puncak daftar top skor sepanjang masa akan terus berlanjut. Mbappe masih berusia jauh lebih muda dan berpeluang tampil di beberapa edisi Piala Dunia mendatang. Publik sepak bola dunia kini menanti apakah rekor Messi mampu bertahan lama, atau justru segera terlampaui generasi penerusnya.


Penulis: bysuaramasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *